Selasa, 01 September 2009

Teknologi jaringan nirkabel (wireless)



Pendahuluan
Teknologi jaringan nirkabel sebenarnya terbentang luas mulai dari komunikasi suara sampai dengan jaringan data, yang mana membolehkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel pada suatu jarak tertentu. Ini termasuk teknologi infrared, frekuensi radio dan lain sebagainya. Peranti yang umumnya digunakan untuk jaringan nirkabel termasuk di dalamnya adalah komputer, komputer genggam, PDA, telepon seluler, tablet PC dan lain sebagainya. Teknologi nirkabel ini memiliki kegunaan yang sangat banyak. Contohnya, pengguna bergerak bisa menggunakan telepon seluler mereka untuk mengakses e-mail. Sementara itu para pelancong dengan laptopnya bisa terhubung ke internet ketika mereka sedang di bandara, kafe, kereta api dan tempat publik lainnya. Di rumah, pengguna dapat terhubung ke desktop mereka (melalui bluetooth) untuk melakukan sinkronisasi dengan PDA-nya.Rata Penuh
Standarisasi
Untuk menekan biaya, memastikan interoperabilitas dan mempromosikan adopsi yang luas terhadap teknologi nirkabel ini, maka organisasi seperti Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), Internet Engineering Task Force (IETF), Wireless Ethernet Compatibility Alliance (WECA) dan International Telecommunication Union (ITU) telah berpartisipasi dalam berbagai macam upaya-upaya standarisasi. Sebagai contoh, kelompok kerja IEEE telah mendefinisikan bagaimana suatu informasi ditransfer dari satu peranti ke peranti lainnya (dengan menggunakan frekuensi radio atau infrared misalnya) dan bagaimana dan kapan suatu media transmisi sebaiknya digunakan untuk keperluan komunikasi. Ketika membangun standarisasi untuk jaringan nirkabel, organisasi seperti IEEE telah mengatasi pula masalah power management, bandwidth, security dan berbagai masalah unik yang ada pada dunia jaringan nirkabel.
Tipe dari Jaringan Nirkabel
Sama halnya seperti jaringan yang berbasis kabel, maka jaringan nirkabel dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe yang berbeda berdasarkan pada jarak dimana data dapat ditransmisikan.
Wireless Wide Area Networks (WWANs)•
Teknologi WWAN memungkinkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel melalui jaringan publik maupun privat. Koneksi ini dapat dibuat mencakup suatu daerah yang sangat luas, seperti kota atau negara, melalui penggunaan beberapa antena atau juga sistem satelit yang diselenggarakan oleh penyelenggara jasa telekomunikasinya. Teknologi WWAN saat ini dikenal dengan sistem 2G (second generation). Inti dari sistem 2G ini termasuk di dalamnya Global System for Mobile Communications (GSM), Cellular Digital Packet Data (CDPD) dan juga Code Division Multiple Access (CDMA). Berbagai usaha sedang dilakukan untuk transisi dari 2G ke teknologi 3G (third generation) yang akan segera menjadi standar global dan memiliki fitur roaming yang global juga. ITU juga secara aktif dalam mempromosikan pembuatan standar global bagi teknologi 3G.
Wireless Metropolitan Area Networks (WMANs)•
Teknologi WMAN memungkinkan pengguna untuk membuat koneksi nirkabel antara beberapa lokasi di dalam suatu area metropolitan (contohnya, antara gedung yang berbeda-beda dalam suatu kota atau pada kampus universitas), dan ini bisa dicapai tanpa biaya fiber optic atau kabel tembaga yang terkadang sangat mahal. Sebagai tambahan, WMAN dapat bertindak sebagai backup bagi jaringan yang berbasis kabel dan dia akan aktif ketika jaringan yang berbasis kabel tadi mengalami gangguan. WMAN menggunakan gelombang radio atau cahaya infrared untuk mentransmisikan data. Jaringan akses nirkabel broadband, yang memberikan pengguna dengan akses berkecepatan tinggi, merupakan hal yang banyak diminati saat ini. Meskipun ada beberapa teknologi yang berbeda, seperti multichannel multipoint distribution service (MMDS) dan local multipoint distribution services (LMDS) digunakan saat ini, tetapi kelompok kerja IEEE 802.16 untuk standar akses nirkabel broadband masih terus membuat spesifikasi bagi teknologi-teknologi tersebut.
Wireless Local Area Networks (WLANs)•
Teknologi WLAN membolehkan pengguna untuk membangun jaringan nirkabel dalam suatu area yang sifatnya lokal (contohnya, dalam lingkungan gedung kantor, gedung kampus atau pada area publik, seperti bandara atau kafe). WLAN dapat digunakan pada kantor sementara atau yang mana instalasi kabel permanen tidak diperbolehkan. Atau WLAN terkadang dibangun sebagai suplemen bagi LAN yang sudah ada, sehingga pengguna dapat bekerja pada berbagai lokasi yang berbeda dalam lingkungan gedung. WLAN dapat dioperasikan dengan dua cara. Dalam infrastruktur WLAN, stasiun wireless (peranti dengan network card radio atau eksternal modem) terhubung ke access point nirkabel yang berfungsi sebagai bridge antara stasiun-stasiun dan network backbone yang ada saat itu. Dalam lingkungan WLAN yang sifatnya peer-to-peer (ad hoc), beberapa pengguna dalam area yang terbatas, seperti ruang rapat, dapat membentuk suatu jaringan sementara tanpa menggunakan access point, jika mereka tidak memerlukan akses ke sumber daya jaringan. Pada tahun 1997, IEEE meng-approve standar 802.11 untuk WLAN, yang mana menspesifikasikan suatu data transfer rate 1 sampai 2 megabits per second(Mbps). Di bawah 802.11b, yang mana menjadi standar baru yang dominan saat ini, data ditransfer pada kecepatan maksimum 11 Mbps melalui frekuensi 2.4 gigahertz (GHz). Standar yang lebih baru lainnya adalah 802.11a, yang mana menspesifikasikan data transfer pada kecepatan maksimum 54 Mbps melalui frekuensi 5 GHz.
Wireless Personal Area Networks (WPANs)•
Teknologi WPAN membolehkan pengguna untuk membangun suatu jaringan nirkabel (ad hoc) bagi peranti sederhana, seperti PDA, telepon seluler atau laptop. Ini bisa digunakan dalam ruang operasi personal (personal operating space atau POS). Sebuah POS adalah suatu ruang yang ada disekitar orang, dan bisa mencapai jarak sekitar 10 meter. Saat ini, dua teknologi kunci dari WPAN ini adalah Bluetooth dan cahaya infra merah. Bluetooth merupakan teknologi pengganti kabel yang menggunakan gelombang radio untuk mentransmisikan data sampai dengan jarak sekitar 30 feet. Data Bluetooth dapat ditransmisikan melewati tembok, saku ataupun tas. Teknologi Bluetooth ini digerakkan oleh suatu badan yang bernama Bluetooth Special Interest Group (SIG), yang mana mempublikasikan spesifikasi Bluetooth versi 1.0 pada tahun 1999. Cara alternative lainnya, untuk menghubungkan peranti dalam jarak sangat dekat (1 meter atau kurang), maka user bisa menggunakan cahaya infra merah. Untuk menstandarisasi pembangunan dari teknologi WPAN, IEEE telah membangun kelompok kerja 802.15 bagi WPAN. Kelompok kerja ini membuat standar WPAN, yang berbasis pada spesifikasi Bluetooth versi 1.0. Tujuan utama dari standarisasi ini adalah untuk mengurangi kompleksitas, konsumsi daya yang rendah, interoperabilitas dan bisa hidup berdampingan dengan jaringan 802.11.
PROSEDUR INSTALASI WIRELESS LAN
Peralatan
1. Kompas dan peta topografi
2. Penggaris dan busur derajat
3. Pensil, penghapus, alat tulis
4. GPS, altimeter, klinometer
5. Kaca pantul dan teropong
6. Radio komunikasi (HT)
7. Orinoco PC Card, pigtail dan PCI / ISA adapter
8. Multimeter, SWR, cable tester, solder, timah, tang potong kabel
9. Peralatan panjat, harness, carabiner, webbing, cows tail, pulley
10. Kunci pas, kunci ring, kunci inggris, tang (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap, isolator gel, TBA, unibell
11. Kabel power roll, kabel UTP straight dan cross, crimping tools, konektor RJ45
12. Software AP Manager, Orinoco Client, driver dan AP Utility Planet, firmware dan operating system (NT, W2K, W98 / ME, Linux, FreeBSD + utilitynya)
Survey Lokasi
1. Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan GPS dan kompas pada peta
2. Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructure) sepanjang path
3. Hitung SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena
4. Perhatikan posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over shoot dan test noise serta interferensi
5. Tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada kesulitan dalam instalasi
6. Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat
Pemasangan Konektor
1. Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang, spesifikasi kabel minimum adalah RG 8 9913 dengan perhitungan losses 10 db setiap 30 m
2. Jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada permukaan kabel
3. Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian
4. Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short
5. Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser
6. Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor
7. Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik instalasi rumah)
8. Terakhir, tutup seluruh permukaan dengan isolator karet untuk mencegah air
9. Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali
10. Konektor terbaik adalah model hexa tanpa solderan dan drat sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan menggunakan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet
Pembuatan POE
1. Power over ethernet diperlukan untuk melakukan injeksi catu daya ke perangkat Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor
2. POE menggunakan 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair untuk injeksi + (positif) power dan 1 pair untuk injeksi – (negatif) power, digunakan kabel pair (sepasang) untuk menghindari penurunan daya karena kabel loss
3. Perhatikan bahwa permasalahan paling krusial dalam pembuatan POE adalah bagaimana cara mencegah terjadinya short, karena kabel dan konektor power penampangnya kecil dan mudah bergeser atau tertarik, tetesi dengan lilin atau isolator gel agar setiap titik sambungan terlindung dari short
4. Sebelum digunakan uji terlebih dahulu semua sambungan dengan multimeter
Instalasi Antena
1. Pasang pipa dengan metode stack minimum sampai ketinggian 1st freznel zone terlewati terhadap obstructure terdekat
2. Perhatikan stabilitas dudukan pipa dan kawat strenght, pasang dudukan kaki untuk memanjat dan anker cows tail
3. Cek semua sambungan kabel dan konektor termasuk penangkal petir bila ada
4. Pasang antena dengan rapi dan benar, arahkan dengan menggunakan kompas dan GPS sesuai tempat kedudukan BTS di peta
5. Pasang kabel dan rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban sambungan konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena
6. Perhatikan dalam memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk yang potensial menjadi akumulasi air hujan, bentuk sedemikian rupa sehingga air hujan bebas jatuh ke bawah
Instalasi Perangkat Radio
1. Instal PC Card dan Orinoco dengan benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik dan pastikan semua driver serta utility dapat bekerja sempurna
2. Instalasi pada OS W2K memerlukan driver terbaru dari web site dan ada di CD utility kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K melakukannya justru deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari Device Manager
3. Instalasi pada NT memerlukan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA, pada BIOS lebih baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral (sound card, mpeg dll.) yang tidak diperlukan
4. Semua prosedur ini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tidak termasuk instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya
5. Apabila terus menerus terjadi kesulitan instalasi, untuk sementara demi efisiensi lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah
6. Pada instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility
7. Kemudian uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client, SAA2, SAA Ad Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dengan menggunakan antena helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil
8. Pastikan bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna
Pengujian Noise
1. Bila semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default
2. Tanpa antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station lain disekitarnya, bila ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) atau bahkan lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan untuk berunding dengan operator BTS / station eksisting tersebut
3. Perhatikan berapa tingkat noise, bila mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio (biasanya adalah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah signal strenght yang diterima bisa melebihi noise
4. Perhitungan standar signal strenght adalah 0 % – 40 % poor, 40 % – 60 % good, 60 % – 100 % excellent, apabila signal strenght yang diterima adalah 60 % akan tetapi noisenya mencapai 20 % maka kondisinya adalah poor connection (60 % – 20 % – 40 % poor), maka sedapat mungkin signal strenght harus mencapai 80 %
5. Koneksi poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat dari persentasi jumlah RTO dalam continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % – 3 % dan excellent dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang
6. Perhitungan yang sama bisa dipergunakan untuk memperhatikan station lawan atau BTS kita, pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang untuk mendapatkan stabilitas koneksi yang diharapkan
7. Pertimbangkan alternatif skenario lain bila sejumlah permasalahan di atas tidak bisa diatasi, misalkan dengan memindahkan station ke tempat lain, memutar arah pointing ke BTS terdekat lainnya atau dengan metode 3 titik (repeater) dll.
Perakitan Antena
1. Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit karena terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector maupun omni directional
2. Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan
3. Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor
4. Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada saat perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya perubahan gain (db) antena
5. Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan
Pointing Antena
1. Secara umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal
2. Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik tengah arah (center beam)
3. Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db, biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center beam adalah 6 derajat
4. Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas
5. Karena kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER) maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider
6. Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi
7. Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi, syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena juga harus dibalik menjadi vertical)
Pengujian Koneksi Radio
1. Lakukan pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio
2. Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP tujuan, demikian juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut
3. Bila menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang
4. Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing
5. Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, untuk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility yang dipasang di router dapat mengenali radio
6. Lakukan continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER
7. Bila telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise) maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps dan per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps
8. Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection secara simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dengan harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600
9. Atau dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12 concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah dapat dijamin berada pada level maksimum
10. Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar
Tips Keamanan Wireless
1. Ganti Password Administrator default (bila perlu ganti pula usernamenya)
Jantung dari jaringan Wi-Fi di rumah Anda adalah access point atau router. Untuk melakukan set up dari peralatan access point ini, maka vendor dari access point device akan memberikan suatu interface yang berbasis web, dimana untuk masuk ke dalam interface ini maka Anda harus mengisikan username dan password. Sementara itu, pada beberapa kasus, peralatan access point tersebut di set oleh vendor dengan suatu username dan password tertentu yang mudah ditebak oleh pengguna. Untuk itu Anda harus mengganti password default dari access point Anda. Bahkan bila perlu Anda juga ubah username yang ada.
2. Aktifkan enkripsi
Semua peralatan Wi-Fi pasti mendukung beberapa bentuk dari keamanan data. Intinya enkripsi akan mengacak data yang dikirim pada jaringan nirkabel sehingga tidak mudah dibaca oleh pihak lain. Peralatan Wi-Fi saat ini sudah menyediakan pilihan teknologi security yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan. Pastikan semuaperalatan dalam jaringan nirkabel Anda juga menggunakan setting security yang sama seperti yang digunakan pada access point.
3. Ganti SSID default
Access point atau router menggunakan suatu nama jaringan yang disebut dengan SSID. Vendor biasanya memberi nama produk access point mereka dengan suatu default SSID. Sebagai contoh, SSID yang dirilis oleh Linksys biasanya adalah “linksys”. Kenyataannya memang apabila seseorang mengetahui sebuah SSID maka ia belum tentu bisa membobol jaringan tersebut, tetapi paling tidak ini adalah suatu awal baginya. Di mata seorang hacker, apabila melihat suatu SSID yang masih default, maka itu indikasi bahwa access point tersebut tidak dikonfigurasi dengan baik dan ada kemungkinan untuk dibobol. Ganti SSID default Anda segera setelah Anda menset-up access point.
4. Aktifkan MAC Address filtering
Setiap peralatan Wi-Fi pastilah memiliki suatu identifikasi yang unik yang dinamakan “physical address” atau MAC address. Access point atau router akan mencatat setiap MAC address dari peranti yang terhubung kepadanya. Anda bisa set bahwa hanya peranti dengan MAC address tertentu saja yang boleh mengakses ke dalam jaringan nirkabel Anda. Misalnya PDA Anda memiliki MAC address tertentu, kemudian Anda masukkan MAC address PDA Anda ke dalam filter MAC address pada access point Anda. Jadi yang bias terhubung ke jaringan sementara ini hanyalah dari PDA Anda. Tapi Anda juga tetap hati-hati, karena hacker bisa saja membuat MAC address tipuan untuk mengakali filtering ini.
5. Matikan broadcast dari SSID
Dalam jaringan Wi-Fi, maka access point atau router biasanya akan membroadcast SSID secara reguler. Fitur ini memang sengaja didesain bagi hotspot area yang mana klien Wi-Fi pada area tersebut bisa saja datang dan pergi dengan cepat. Dalam kondisi di rumah Anda yang mana SSID nya pasti sudah Anda ketahui sendiri, maka fitur ini tidak perlu diaktifkan karena bisa mengundang tetangga sebelah untuk mengetahui SSID Anda atau juga mencegah orang lain. menumpang jaringan internet Anda dengan gratis. Anda bias nonaktifkan fasilitas broadcast SSID ini demi keamanan jaringan Anda.
6. Berikan alamat IP statis kepada peranti Wi-Fi
Saat ini cenderung orang memanfaatkan DHCP untuk memberikan alamat IP secara otomatis kepada klien yang ingin terhubung ke jaringan nirkabel. Ini memang cara yang cepat dan mudah bagi jaringan Anda, tetapi ingat bahwa ini juga cara mudah bagi hacker untuk mendapatkan alamat IP yang valid pada jaringan nirkabel Anda. Anda bisa mematikan fitur DHCP pada acces point dan set suatu rentang alamat IP yang sudah fix dan set pula peranti Wi-Fi Anda yang ingin terkoneksi ke access point dengan rentang alamat- alamat IP yang fix tadi.
7. Pikirkan lokasi access point atau router yang aman
Sinyal Wi-Fi secara normal bisa menjangkau sampai keluar rumah Anda. Sinyal yang bocor sampai keluar rumah sangat berisiko tinggi untuk timbulnya eksplotasi terhadap jaringan nirkabel Anda. Anda harus meletakkan peralatan access point Anda pada daerah sekitar ruang tengah dari rumah Anda. Jangan sekali-kali meletakkan access point atau router di dekat jendela, karena akan semakin meningkatkan jangkauan sinyal Wi-Fi Anda ke luar rumah. Matikan saja jaringan nirkabel jika sedang tidak digunakan Aturan keamanan yang paling ampuh adalah dengan mematikan peralatan jaringan atau access point ketika sedang tidak digunakan. Misalnya saja, jangan sekali-kali meninggalkan rumah dengan Wi-Fi yang menyala, walaupun itu untuk keperluan download data. Access point yang menyala tanpa ada yang memantau sangat berisiko tinggi terhadap eksploitasi.
by : fitra


Pada saat ini teknologi telah memberikan kemudahan dalam menciptakan dan meningkatkan produktifitas yang efektif dan efisien. Begitu pun dalam membantu menciptakan kegiatan kolaborasi agar lebih efektif dan efisien dengan memanfaatkan jaringan computer baik local, maupun melalui jaringan internet. Untuk menciptakan suatu jaringan computer saat di permudah dengan adanya teknologi wireless.

Teknologi wireless adalah teknologi yang memanfaatkan gelombang radio dalam mengirim dan menerima data. Berbeda dengan teknologi wire atau kabel jaringan ini dapat mempertahankan keindahan atau kenyamanan ruangan tanpa harus terganggu banyaknya instalasi kabel jaringan. Pada saat ini penggunaan teknologi wireless untuk jaringan computer sudah sangat lazim digunakan di kantor-kantor besar atau pun perusahaan dalam meningkatkan kemampuan komunikasi internal maupun ekternal perusahaan atau kantor.

Namun saat ini teknologi wireless tidak lagi menjadi dominasi kepentingan perusahaan atau kantor besar saja akan tetapi sudah menjadi suatu terend dimana sebuah tempat usaha kecil memiliki suatu jaringan wireless untuk komputer begitu di rumah untuk berbagi koneksi internet.

Saat ini telah hadir teknologi berbagai macam peralatan wireless untuk usaha kecil atau pun rumahan namun cocok pula untuk sebuah kantor atau tempat public. Diantaranya teknologi dari TP-LINK Technologies Co.LTD, berupa wireless access point dengan tipe TL-WA601G 108M .

Wireless Akses Point ini relative murah akan tetapi bukan murahan, dengan TL-WA601G 108M Access Point menghubungkan jaringan komputer berbasis kabel dengan jaringan atau perangkat wireless lainnya. Perangkat ini telah mengadopsi teknologi transmisi 108M Super G WLAN , yang dapat memberikan performance yang tinggi dan kemampuan mentransfer data sampai 108 Mbps pada saat menggunakan mode Dynamic 108M (AP dapat menggunakan teknologi IEEE 802.11b,802.11g dan 108Mbps Super G).

Akses point ini pun mengadopsi teknologi transmisi 2x sampai 3x eXtended Range WLAN sehingga jarak transmisi bisa 2x sampi 3x dari teknologi 802.11b,802.11g standar, sehingga mampu mencapai jarak 855,36 m hasil test di china asal teknologi ini. Akes point ini pun instalasi nya sangat mudah meksipun bagi pemula dengan menggunakan fasilitas web base untuk instalasi atau pengelolaannya.

Fitur utama yang di berikan oleh wireless akses point ini, yaitu :

• Mendukung IEEE802.11g, IEEE802.11b, IEEE802.3, IEEE802.3u standards
• Mengadopsi teknologi transmisi wireless lan 2x to 3x eXtended Range™ dan 108M Super G™ .
• Mendukung kecepatan transfer wirelss LAN data 108/54/48/36/24/18/12/9/6Mbps or 11/5.5/3/2/1Mbps wireless LAN.
• Menyediakan fasilitas sekuriti ekripsi WEPs 64/128/152-bit WEP
• Menyediakan fasilitas keamanan WPA/WPA2 dan WPA-PSK/WPA2-PSK autotentikasi dan enkripsi TKIP/AES
• Built-in DHCP server yang mendukung distribusi alamat IP dinamis.
• Mendukung filtering alamat MAC.
• Mendukung multi mode operasional wireless (Access Point, Client, Repeater, Point to Point, Point to Multi-point)
• Mendukung TCP/IP, DHCP, SNMP
• Mendukung statistik trafik.
• Mendukung upgrade firmware.
• Mendukung Remote dan Web manajemen.

Dengan fitur diatas , sudah dapat mendukung membangun suatu jaringan wireless untuk kantor usaha kecil, rumah bahkan ruang public seperti taman, lobi, auditorium ruang seminar.



Langkah sederhana membangun sebuah jaringan lan wireless sederhana dengan TL-WA601G 108M di rumah/kantor untuk berbagi koneksi internet dan fasilitas lan lainnya.

• Sebuah TL-WA601G 108M
• Koneksi Internet (DSL, Kabel) misalnya koneksi speedy (berikut modem ADSL)
• Komputer yang memiliki perangkat wireless.
MENGENAL TL-WA601G

Tampilan depan indicator led

Led :
Power tanda indikator power menyala atau tidak
System tanda indikator system berjalan atau tidak (jika lampu led menyala system hidup, dan jika led berkedip/flashing system ada aktifitas)
LAN tanda indikator jika ada jaringan lan yang terhubung/berkatifitasdengan port Ethernet AP
WLAN tanda indikator jika radio wireless menyala atau tidak.



Tampilan belakang
Terdapat Antena yang menempel di AP (bisa diganti dengan High Gain Antenna untuk meningkatkan performance)
Tombol reset
Port LAN 10/100 Mbps untuk koneksi ke lan atau modem ADSL
Soket power untuk power listrik yang disuplai dari adapter listrik AP.


SETUP ACCESS POINT

Mensetup TL-WA601G 108M sebagai akses point
Konfigurasi default awal dari AP ini, yaitu :
memiliki default IP 192.168.1.1 dan sub net 255.255.255.0
memiliki user id : admin dan password : admin

setup ip komputer kita dengan nomor 192.168.1.x (misalnya 192.168.1.2 dengan subnet yang sama yaitu 255.255.255.0)
hubungkan AP dengan komputer kita dengan menggunakan kabel utp yang bisaanya tersedia dalam paket perangkat AP.
Lalu nyalakan AP dan lalu buka browser dan buka alamat 192.168.1.1 maka akan muncul halaman login. Isi user id dengan admin begitu pun passwordnya admin, maka akan muncul halaman system status yang berisi informasi berikut :




Network

• Pilih static IP :
• IP Address : isi sesuai konfigurasi lan yang sudah ada dengan subnet yang sama agar bisa diakses dan di kelola melalui jaringan, atau menggunakan default. 192.168.1.1 (syarat tidak sama dengan ip pc atau perangkat lain)
• Subnet Mask : isi sesuai dengan subnet mask jaringan yang ada , atau cukup isi dengan 255.255.255.0
• Gateway : di isi dengan alamat IP Gateway dengan subnet yang sama.
• MAC Adress : alamat fisik dari AP (tidak bisa di rubah)

Wireless
1. Basic Seting
o SSID : isi dengan nama jaringan wifi yang kita bangun misalnya Wifi-Rumah
o Channel : pilih channel frekuensi radio AP yang akan digunakan (mirip dengan chanel radio, client secara automatis akan menemukan untuk menghubungkan dengan jaringan wireless)
o Mode : mode teknologi transmisi yang akan digunakan.

• 108Mbps (Dynamic) - Super G, 802.11g and 802.11b wireless yang bisa terkoneksi ke AP.
• 108Mbps (Static) - hanya Super G wireless client yang bisa terkoneksi ke AP
• 54Mbps (802.11g) – Dua-duanya 802.11g dan 802.11b wireless yang dapat terkoneksi ke AP.
• 11Mbps (802.11b) - hanya 802.11b client wireless yang bisa terkoneksike AP.
o Pilih Access Point dengan Enable SSID Broadcast (jika id wifi ingin disebar dan bisa terlihat oleh client)
2. Wireless Security
Jika pilih disable maka system keamana tidak di di terapkan koneksi terbuka bebas untuk siapa saja yang ingin terkoneksi dan proses pengiriman data tidak terenkripsi, bisaanya dipilih untuk hotspot di tempat public yang memang setiap orang boleh terhubung dengan jaringan internet dengan mudah. (namun direkomendasikan memilih salah satu mode keamanan jaringan wireless)
Paling sederhana pilihlah WEP dengan type shared key serta pilih key format 64 bit dengan 10 dijit untuk heksadesimal (kombinasi dari 0-9,
a-f, A-F, kosong tidak di perbolehkan) atau 5 dijit karakter ASCII. (cattansemakin besar key format yang dipilih akan mempengaruhi kecepatan wireless dalam mentransfer data karena memerlukan enkripsi yang panjang).
3. MAC Filtering
Jika masih belum yakin akan keamanan, takut kantor/tetangga sebelah ikut menikmati koneksi internet yang kita langgan tanpa ijin, maka kita bisa menggunakan MAC Filtering untuk menfilter pc mana saja yang bisa terkoneksi dengan jaringan wireless kita. Jika iya:
1. Pilih enable
2. Lalu pilih Deny Stations not in specific by any enabled entries in the list to access.
3. Kemudian Add new dan isi :
4. MAC Address - MAC address client (dapat dilihat dari properties wireless client atau melalui perintah dos yaitu ipconfig all).
5. Description – deskripsi sederhana client.
6. Privilege - Allow boleh mengakses; Deny tidak boleh mengakses: atau harus mengisi kata kunci sesuai persyaratan WEP agar dapat mengakses AP
7. WEP key : isi sesuai yang dipilih apa kata kunci itu 64-bit, or 128-bit, or 152-bit yang digunakan untuk mengakses AP
8. Status – status dari client yang terdapatar di apa statusnya di aktifkan atau tidak.

4. Statistik Wireless
Fasilitas statistick sederhana yang memonitor data client yang terkoneksi.

DHCP
Sistem dapat di setup sebagai server DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol), dimana server akan mendistribusikan alamat ip untuk masing-masing client.
1. DHCP Setting
• DHCP Server - Enable ataur Disable the DHCP server. Jika memilih dis able alangkah baiknya jika kita memiliki dhcp server lain atau mengkonfigurasi manual untuk masing-masing client,
• Start IP Address – isi dengan range alamat ip awal untuk client, 192.168.1.100 is the default start address.
• End IP Address – isi dengan alamat akhir pada range pemberian alamat IP untuk client, 192.168.1.
• Address Lease Time – Lama waktu alamat ip itu dapat digunakan untuk mengakses AP dalam hitungan menit 1 ~ 2880 menit. Default 120 menit.
• Default Gateway - (Optional.) Isi dengan IP LAN port untuk AP.
• Default Domain - (Optional.) Isi dengan nama domain jaringan .
• Primary DNS - (Optional.) isi dengan primary dns yang diberikan ISP.
• Secondary DNS - (Optional.) isi dengan dns kedua yang diberikan ISP jika ada.
2. DHCP Clients List
Daftar client dhcp yang terkoneksi ke AP
3. Address Reservation
Alamat IP yang tidak pernah berubah atau statis , bisaanya di gunakan oleh server, misalnya print server

WIRELESS ADVANCE SETTING
Tidak perlu di rubah jika tidak perlu atau menguasai.

SYSTEM TOOLS
1. Firmware : untuk mengupgrade firmware dari AP
2. Factory default : untuk mengembalikan settingan awal pabrikan.
3. Reboot : reboot system
4. Password : untuk merubah user dan password administrator/super admin dari AP.

LOG
Log dari aktifitas AP


Artikel terkait :
Perkuat sinyal wifi dengan repeater
Aplikasi sederhana Bridge wireless dengan TL-WA601G 108M
Aplikasi sederhana Point to point dengan TL-WA601G 108M
Aplikasi sederhana Point to multi point dengan TL-WA601G 108M

0 komentar:

Poskan Komentar